Peristiwa

H Permata dan Anak Buah Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Kepala BC Tembilahan

Redaksi Redaksi
H Permata dan Anak Buah Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Kepala BC Tembilahan

RIAUPEMBARUAN.COM -Kepolisian Daerah Riau masih terus mendalami kasus tewasnya H Permata dalam operasi penggagalan penyelundupan jutaan batang rokok di perairan Sungai Belah oleh petugas Bea Cukai Tembilahan beberapa waktu lalu.

Hari ini, Ditreskrimum Polda Riau memeriksa Kepala Bea Cukai Tembilahan. "Kita sedang lakukan pemeriksaan terhadap Kepala Bea Cukai Tembilahan sejak pukul 10.00 tadi di Polda Riau," ujar Direskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, Kamis (21/01/21).

Rinci Teddy, selain Kepala Bea Cukai Tembilahan pihaknya juga telah melayangkan panggilan terhadap 6 orang petugas Bea Cukai Tembilahan yang ikut salah operasi penangkapan beberapa waktu lalu itu. "Tidak hadir, menurut keterangan mereka sedang berada di Jakarta. Nanti akan kita panggil lagi," bebernya.

Bukan hanya itu, panggilan juga dilayangkan kepada Ketua Seksi Penindakan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun. Namun kata Teddy pihaknya belum menerima konfirmasi dari yang bersangkutan.

Sementara dari pihak keluarga H Permata, polisi telah memintai keterangan sebanyak 17 orang saksi. Selain itu ada juga 4 orang saksi yang berasal dari masyarakat Sungai Belah, Inhil yang mengetahui kejadian itu.

Sementara, dari hasil otopsi diketahui khusus H Permata atau yang bernama asli H Jumhan yang merupakan pengusaha asal Batam mengalami luka tembakan di bagian dadanya. Polisi mengamankan 5 proyektil peluru sebagai barang bukti.

" Dari hasil otopsi kita mendapatkan 5 proyektil dari tubuh H Permata. Nanti akan kita uji labfor untuk melihat proyektil itu identik dengan senjata yang mana," jelasnya.

Uji labfor tersebut juga diharapkan memberikan informasi ukuran jarak tembak yang dilakukan petugas. Pakah dalam jarak dekat atau dalam jarak jauh.

Diluar itu, Teddy mengatakan ada 4 korban dalam operasi penangkapan tersebut. Selain H Permata ada juga Bahar yang merupakan nahkoda kapal.

Ia dikabarkan meninggal dunia lantaran terkena tembakan di bagian kepala. Kemudian Abdurahman yang juga tertembak di bagian telapak kakinya, dan terakhir Irwan yang tertembak di bagian lengan atas sebelah kiri.

"Mereka ini satu kapal, nanti perkembangan lanjut akan kita sampaikan," tandasnya.*

Penulis: Redaksi

Editor: Iwan Iswandi

Sumber: RiauTerkini


Tag:BC TembilahanBea CukaiPolda Riau