crossorigin="anonymous">
Bengkalis

Dua Tokoh Pejuang Bengkalis Terima Penghargaan dari Gubernur Riau

Redaksi Redaksi
Dua Tokoh Pejuang Bengkalis Terima Penghargaan dari Gubernur Riau

RIAUPEMBARUAN.COM -Naqsyabandiyah yang berada di Besilam, Langkat, Sumatera Utara di bawah bimbingan Syekh Abdul Wahab Rokan hingga Beliau memperoleh gelar Syekh.

Beliau mendirikan Rumah Suluk Khairul Amal di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, berperan dalam pembangunan sekolah SMP Negeri 1 Pinggir di Desa Muara Basung (1994), Puskesmas Muara Basung (2004), dan SMA Negeri 1 Pinggir di Desa Muara Basung pada (2005), serta memperjuangkan hak-hak masyarakat lokal.

Garis Keturunan Syekh H. Muhammad Yusuf
Menikah dengan Hj. Nuryah (almarhumah), dikaruniai seorang anak bernama Muhammad Nur (almarhum), dengan cucu:
1. Khairul Zaman
2. Amril Mukminin, SE., MM (Bupati Bengkalis ke-14)
3. Yusrizal (alm)
4. Al Azmi (Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis)
5. Riki Rihardi, S.STP., M.Si. (Camat Mandau)

Dengan istri kedua, Hj. Rohana (almarhumah) memiliki empat anak:
1. Darwi (alm)
2. Tarmizi (alm)
3. Megawati
4. Suriyati, SKM

Syekh H. Muhammad Yusuf wafat pada 25 Januari 2006 dan dimakamkan di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

H. Arsyad, MS
Sosok sederhana dan bersahaja ini, sebelum Kemerdekaan RI, menempuh pendidikan di HIS (Hollands Inlandsche School). Usai lulus, Beliau bekerja sebagai pengantar koran di Kantor Pejabat Belanda untuk memperluas wawasan tentang Pemerintahan Kolonial. Dari sanalah tumbuh kesadaran Nasionalismenya, menyadari bahwa penjajahan sangat menyakitkan dan merendahkan martabat Bangsa.

Pada 14 Oktober 1945, Beliau bergabung bersama para pemuda dan tokoh masyarakat mendirikan Angkatan Pemberontak Indonesia (API). Lebih dari 100 anggota API kemudian bergabung dengan BKR, TKR, dan TNI. H. Arsyad, MS, masuk dalam Satuan Intelijen dengan pangkat Sersan Dua (Serda).

Garis Keturunan H. Arsyad, MS
Menikah dengan Hj. Amnah, dikaruniai enam anak:
1. Abd. Hadi
2. Drs. Zulkarnain
3. Aryati
4. Amir Syarifudin
5. Albaiti
6. Aidi

H. Arsyad, MS wafat pada 10 Februari 2015 dan dimakamkan di Bengkalis.
Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap penghargaan ini menjadi momentum untuk mengenang serta meneladani pengabdian kedua tokoh demi kemajuan Daerah dan Bangsa.*

Penulis: Eru Kurniawan

Editor: Redaksi

Sumber: Infotorial


Tag:Dua Tokoh Pejuang Bengkalis Terima Penghargaan dari Gubernur RiauGubernur RiauInfotorial BengkalisPemkab Bengkalis